Partager

Bab 70: Jangan Pergi!

Auteur: NACL
last update Date de publication: 2026-09-07 13:51:29

Beberapa saat sebelumnya, di dalam butik milik Diana, Lenora mematung di depan deretan gaun malam yang menggantung anggun. Jemarinya merayapi kain halus dengan label harga yang membuat napasnya tertahan. Satu gaun sederhana di hadapannya bernilai sama dengan seluruh gajinya sebulan.

Lenora tersenyum tipis.

"Cantik. Tapi aku masih harus menabung untuk melunasi sertifikat rumah Ibu. Nanti saja," gumamnya.

Lenora memutar tubuhnya, menatap Diana yang berdiri beberapa meter di dekat meja kerjanya.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (6)
goodnovel comment avatar
NACL
kak jangan bilang gitu dong, kashan dashel kalau lenoranya kabur kak
goodnovel comment avatar
NACL
emang kak mudah terbawa arus ya, gemes. kasihan anak anaknya
goodnovel comment avatar
NACL
huhuh iya kak siap, pasti dikejar nih Bab baru udah up ya kak
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku   Bab 150: Malam Pertama Kita

    Sinar matahari sore masuk melalui celah jendela kamar di kediaman Bradley, ketika Dashel menggandeng Lenora, mengajaknya naik ke lantai atas sebelum acara bersama keluarga di bawah benar-benar selesai.Begitu pintu kamar tertutup, Dashel langsung berbalik dan merengkuh pinggang istrinya.“Dash...” Lenora terkekeh kecil ketika punggungnya menyentuh pintu. Kedua tangannya bertumpu di dada pria itu. “Ini masih sore. Keluarga kamu masih banyak di bawah.”Dashel hanya tersenyum tipis. Tatapan hazel-nya tak lepas dari wajah Lenora, seolah masih sulit percaya bahwa wanita yang selama lima tahun dirindukannya itu kini benar-benar menjadi istrinya.“Aku sudah menunggu hari ini terlalu lama, Sayang.” Ia mendekat, lalu mengecup kening Lenora. “Masa aku nggak boleh punya waktu berdua saja sama istriku?”Lenora tersenyum malu. “Boleh, tapi jangan lupa kita masih punya tamu.”“Tenang. Ada banyak orang yang mengurus mereka.”Dashel kembali mendekat, membuat Lenora tertawa kecil sambil mendorong bahu

  • Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku   Bab 149: Resmi Jadi Mama

    Dashel mengangkat alis. “Kalian ini bicara apa?”“Papa lihat sendiri!” Liam menunjuk jas yang dikenakan ayahnya. “Kalau Papa ganteng begini, nanti semua orang malah lihat Papa sama Mama. Terus kita gimana?”Dashel menahan tawa. “Memangnya kalian mau bersaing sama Papa?”“Bukan bersaing!” Lucas buru-buru membela diri. “Kita juga harus kelihatan keren di depan tamu!”“Ya sudah, kalian juga rapikan baju masing-masing. Jangan sampai kalah rapi sama Papa.”Kedua anak itu langsung sibuk memeriksa pakaian mereka sendiri. Dashel menggeleng geli melihatnya.Namun, ketika teringat bahwa Lenora sedang menunggunya di kamar rias, senyumnya kembali mengembang.“Sudah, sekarang Papa mau menjemput Mama kalian.”Tanpa menunggu komentar kedua putranya, Dashel melangkah keluar kamar.Begitu pintu kamar rias terbuka, Dashel langsung berhenti.Tampak Lenora sedang berdiri sambil menggendong Lily. Gaun putih yang dikenakannya tampak anggun, dan senyum lembut di wajahnya membuat Dashel tak mampu segera meng

  • Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku   Kalah Saing

    Dua minggu berlalu begitu cepat. Pagi itu, kediaman keluarga Bradley tampak berbeda dari biasanya. Bunga-bunga putih dan krem menghiasi sudut ruangan, sementara rangkaian bunga segar mempercantik lorong menuju ruang utama.Tak ada pesta besar atau para tamu yang memenuhi halaman. Sesuai kesepakatan, Dashel dan Lenora memilih menikah secara sederhana, hanya dihadiri keluarga dan kerabat terdekat.Di kamar rias … Lenora duduk di depan cermin sambil memandangi pantulan dirinya. Gaun pengantin putih dengan potongan sederhana membuat penampilannya terlihat anggun. Riasan tipis di wajahnya juga tak banyak mengubah penampilan alaminya.Meskipun sudah berusaha tenang sejak pagi, jantungnya tetap berdebar setiap kali teringat bahwa sebentar lagi dia akan resmi menjadi istri Dashel.Tiba-tiba, pintu kamar terbuka sedikit. Tiga kepala kecil mengintip dari baliknya sebelum ketiganya masuk dengan wajah penuh rasa ingin tahu.Begitu melihat Lenora, Liam dan Lucas langsung berseru hampir bersamaa

  • Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku   Bab 147: Jadwal Pernikahan Kita

    Dewi menggenggam tangan Lenora sambil mengusap punggungnya dengan lembut. Di atas meja ruang keluarga kediaman Bradley, semangkuk sup hangat dan berbagai hidangan kesukaan Lenora sudah tersaji. Dewi bahkan menyiapkan beberapa makanan tambahan, seolah ingin menebus waktu bertahun-tahun yang terlewat tanpa kehadiran wanta itu.“Makan yang banyak, ya, Sayang. Mama lihat kamu lebih kurus dibanding dulu.” Dewi menatapnya penuh perhatian. “Selama ini kamu makan teratur, kan?”Lenora mengangguk kecil. Matanya mulai berkaca-kaca saat melihat perhatian yang diberikan Dewi kepadanya.“Terima kasih, Tante. Rasanya masih seperti mimpi bisa kembali ke sini.”Dewi tersenyum, lalu menepuk lembut tangan Lenora. “Hey, jangan tante, tapi mama! Sekarang kamu sudah pulang. Jangan sungkan kalau butuh apa-apa, ya.”Tak jauh dari mereka, Dashel bersandar di sofa sambil memperhatikan keduanya. Sebelum memasuki rumah tadi, ia sudah berpesan kepada seluruh anggota keluarga dan para pekerja rumah tangga agar t

  • Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku   Bab 146: Awal dan Akhir

    Jemari Lenora gemetar. Ponsel yang menempel di telinganya terasa dingin dan licin oleh keringat. Di seberang saluran, napas Bu Lia terdengar memburu dan putus-putus."Mama ... Mama di mana sekarang?" suara Lenora bergetar, berusaha menahan panik."Di Jakarta, Nak! Di dekat... dekat Jalan Melati! Mama takut, Lenora. Tolong!"Lenora membalikkan badan, menatap Dashel yang berdiri di dekatnya. Batinnya berkecamuk antara rasa cemas sebagai anak dan kecurigaan atas kebetulan lokasi yang disebutkan ibunya—tahu, itu adalah rumah Gladys."Dash..." Lenora menelan ludah, matanya yang merambang menatap pria itu. "Mamaku butuh aku. Aku harus ke sana sebentar. Tolong..."Dashel menghela napas panjang. Manik hazel-nya menatap Lenora dalam-dalam, membaca ketakutan dan kebingungan di wajah wanita itu. Tanpa banyak bicara, pria itu mengangguk pelan."Ayo," sahut Dashel singkat, meraih kunci mobilnya.Ketika mobil mereka berhenti di pinggir jalan sepi yang ditunjukkan, sosok Bu Lia terlihat merapat di su

  • Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku   Bab 145: Dimanja Dokter Tampan

    Di seberang saluran telepon, suara Dewi terdengar begitu sarat akan kecemasan seorang ibu."Dashel, dengarkan Mama," tegur Dewi dengan nada menasihati yang amat serius. "Kalau kamu memang mau menikah lagi, Mama izinkan. Tapi tolong, jangan pernah bayang-bayangi calon istri kamu dengan almarhumah Lenora! Kasihan perempuan itu kalau cuma kamu jadikan pelampiasan karena mirip!"Di dalam mobilnya yang melaju di jalan tol menuju Semarang, Dashel justru terkekeh rendah. Suara baritonnya terdengar amat tenang dan santai, menikmati kepanikan ibunya."Dashel! Kamu jangan kurang ajar, ya! Mama lagi bicara serius!" geram Dewi semakin kesal."Mama tenang aja," sahut Dashel dengan nada menggoda. "Akhir minggu ini, Dashel bakal bawa calon istri Dashel ke rumah. Mama siapkan penyambutan yang hangat, ya."Dewi menahan napas. "Dashel, kamu—""Dashel jamin, Mama bakal senang banget dapat menantu baru ini," sela Dashel mantap sebelum mengakhiri panggilan secara sepihak.Dashel meletakkan ponselnya di da

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status