"Toh, aku juga gak bakalan kuat gendong si nenek sihir yang udah gak ada tenaga itu naik ke atas, ya kali aku seret dia atau minta bantuan satpam sini, jelek banget. Udahlah, mending biar Adrian aja, kan satu tangan dari awal." Bisik Melody yang sempat ragu sejenak. "Tapi, Adrian kayaknya cowo tulus, gak ada gatel-gatel nya sama sekali, atau dia niatan buat nguasain Helena. Aman harusnya sampai atas, toh dari awal udah sama dia..." imbuh Melody sambil menatap Adrian sejenak, menimbang ketulusan di raut wajah pria itu. Sikap sigap Adrian tanpa ekspresi risih sedikit pun membuat Melody tidak punya alasan lagi untuk menolak. Ia menghela napas pelan lalu menyunggingkan senyum tipis yang amat menawan."Lantai dua puluh tujuh, unit 1208," jawab Melody akhirnya. "Kalau gitu, maaf ya makin ngerepotin kalian.""Santai, Mel. Namanya juga nge bantu, kalau bisa sampai selesai." " balas Adrian lugas. Ia membetulkan posisi gendongannya agar tubuh Helena yang terkulai makin nyaman, lalu melangkah m
Last Updated : 2026-09-10 Read more