"Kalian nih berlebihan banget," kekeh Melody, mengibaskan tangannya pelan seraya menunduk menyembunyikan binar matanya. "Aku cuma orang biasa yang kebetulan ketemu kalian tadi malam dan sekarang malah nyasar di meja ini.""Tapi penerimaan kalian itu tulus, Mel," sela Harvey cepat, suaranya melembut namun menyiratkan ketegasan yang utuh. Ia menopang dagunya dengan sebelah tangan, terus menatap wajah Melody tanpa kacamata yang terpapar pendar lampu temaram Skye Resto. "Di industri hiburan, hampir semua interaksi yang kami punya sifatnya transaksional. Semua orang mendekat karena ada maunya, entah itu promosi, panjat sosial, atau cuma mau pamer relasi. Tapi semalam dan malam ini, kalian berdua memperlakukan kami murni sebagai Harvey dan Adrian. Bukan sebagai 'penyanyi papan atas' atau 'aktor terkenal'."Adrian mengangguk setuju, menuangkan sedikit lagi minuman ke cangkirnya. "Yup, betul banget kata Harvey. Tadi pas kamu bilang cuma penjahit kecil-kecilan yang suka ikutan lomba, aku makin
Last Updated : 2026-09-13 Read more