"Kalian semua memanggilku ke sini seolah aku ini seorang terdakwa?"Suara Melody memecah keheningan aula, mengalun tenang namun cukup tajam untuk membuat beberapa paman dan kakak tirinya menggeser duduk. Ia berdiri tegak tepat di tengah ruangan, memamerkan gaun merah marunnya tanpa ada sedikit pun gestur ragu.Melihat adik tirinya berdiri sendirian di tengah ruangan yang tegang itu, Tante Syeila, satu-satunya kerabat yang selalu bersikap hangat pada Melody, segera berdiri dari kursinya dengan raut wajah cemas sekaligus lega."Sudah, Mel... yuk duduk dulu di sini," panggil Tante Syeila lembut seraya menepuk kursi kosong di sebelahnya, menyambut kedatangan Melody dengan senyum tulus. "Kamu pasti capek baru sampai."Melody melembutkan sorot matanya sejenak ke arah Tante Syeila dan tersenyum tipis. "Makasih ya, Tante Syeila. Sebenarnya Melody juga gak suka keributan kok, Tante. Cuma mereka aja yang selalu nantangin Melody seolah mereka itu manusia suci.""Kamu ini bicara apa, Mel? Berdiri
Last Updated : 2026-10-02 Read more