"Mel, bangun. Udah jam delapan malam, nih. Kamu mau jalan jam berapa?" suara Helena memecah keheningan kamar, menyertai ketukan pelan di pintu.Melody membuka matanya perlahan. Kegelapan kamar yang sejuk menyambut pandangannya. Selama beberapa detik, ia membiarkan kesadarannya terkumpul sepenuhnya. Tubuhnya terasa jauh lebih segar meski nyeri memar di pipi kiri dan sudut bibirnya masih tersisa. Ia bergeser ke tepi tempat tidur, meluruskan punggungnya, lalu mengembuskan napas panjang."Iya, Len! Aku bangun," sahut Melody dengan nada suara yang sudah kembali mantap.Begitu melangkah keluar dari kamar tamu, aroma wewangian parfum maskulin berpadu aroma masakan simpel langsung menyapa inderanya. Di atas meja makan kecil milik Helena, sudah terhidang se piring pasta hangat dan dua gelas air putih. Di atas sofa ruang tengah, Helena sudah memajang beberapa pilihan pakaian yang telah disiapkannya."Nih, makan dulu dikit biar kamu gak pingsan di klub nanti. Terus pakai blazer hitam ini," tunju
Last Updated : 2026-09-07 Read more