Melody tersenyum hangat seraya mengusap lembut jemari Helena. "Iya, Len. Kadang alam semesta punya cara sendiri buat membalas kebaikan hati seseorang. Kamu itu tulus dan selalu mikirin orang lain, makanya jalan kamu dipermudah. Udah, enggak usah dipertanyakan lagi, nikmati aja kebahagiaan kamu hari ini!"Helena mengangguk pelan, mencoba meresapi keajaiban yang baru saja menghampirinya. Tatapannya menatap Melody penuh rasa terima kasih dan kesetiaan yang mendalam."Mel, meski aku udah kerja nanti, aku usahain buat bantu kamu cari Dave, buat ngelancarin rencanamu," ucap Helena bersungguh-sungguh.Melody tersenyum tulus, merasa amat beruntung memiliki sahabat sejati di sisinya. "Makasih, Len."Namun, di tengah momen kehangatan dan kebahagiaan itu, ponsel Melody di atas meja mendadak bergetar hebat. Layarnya menampilkan nama Sintia, salah satu staf kepercayaan di butiknya. Melody menggeser ikon hijau dengan dahi berkerut."Halo, Sintia?""Miss Melody! Tolong, Miss Melody harus ke butik se
Last Updated : 2026-09-16 Read more