Kafe Serenade cukup sepi malam ini, mungkin karena malam yang memang sudah beranjak semakin kelam. Lampu-lampu gantung berwarna kuning temaram menggantung rendah, memantulkan cahaya ke lantai kayu yang baru saja dipel. Hanya ada beberapa bangku yang terisi, sedangkan sebagian besar telah kosong dan dibersihkan oleh para pelayan dengan gerakan cepat. Keriuhan itu telah pergi. Tawa, denting sendok, pesanan yang berteriak-teriak. Semua sudah selesai. Berganti suasana cukup sunyi, meninggalkan obrolan lirih dari sepasang manusia yang duduk di sudut ruangan. Di luar, hujan rintik mulai mengetuk kaca. Jonathan melangkah tenang, menuju salah satu bangku di dekat jendela seraya menggulung lengan kemeja putihnya sampai siku. Kemeja itu sedikit kusut, tanda ia baru saja lembur di klinik. Kedua mata birunya sesekali memindai ke sisi kanan dan kiri, mencari satu entitas yang ia kenali. Tatapannya lelah, tapi tetap tajam. Ia memang sengaja menyempatkan diri untuk singgah di sana, dengan tujua
Last Updated : 2026-08-29 Read more