Guru Jian melompat turun dari atas dahan, mendarat tanpa suara sedikit pun di samping Arkan."Matamu makin tajam, Arkan," ujar Guru Jian pelan, senyum tipis terukir di bibirnya. "Kau benar. Ini bukan area luar Hutan Bayangan tempat para murid biasa menembak kelinci angin atau menyoraki serigala lemah di bawah pengawasan tetua akademi."Guru Jian melangkah beberapa meter ke depan, menunjuk ke arah celah pepohonan yang diselimuti kabut tebal berwarna keunguan."Kita berada di Lembah Bayangan Dalam—wilayah terlarang yang dipagari segel kuno," lanjut Guru Jian dengan raut wajah yang mendadak serius. "Area luar yang biasa didatangi murid-murid Tan Hau terlalu aman dan dangkal. Jika kita berlatih di sana, rasa bahayanya hanya main-main. Di tempat ini, ancamannya nyata, dan bahaya mati selalu mengintai di setiap langkah."Arkan meraba gelang di pergelangan tangannya, lalu meresapi detak telur hitam di dadanya yang mendadak bergetar lebih cepat—bukan karena takut, melainkan seperti merespons
Dernière mise à jour : 2026-09-01 Read More