Malam kian larut saat Arkan melintasi garis perbatasan hutan utara. Di hadapannya, samar-samar di balik gulungan kabut malam, puncaknya yang tinggi menembus awan mulai terlihat: Pegunungan Salju Abadi.Hawa dingin ekstrem mulai menusuk kulit, berhembus turun dari puncak-puncak es purba. Udara di wilayah ini begitu tipis dan sarat dengan mana elemen es yang membekukan. Bagi cultivator biasa, melangkah ke wilayah ini tanpa perlindungan khusus sama saja dengan menyerahkan diri pada maut. Namun bagi Arkan, hawa es ini terasa bagaikan tempat perlindungan yang sempurna."Pengintai tadi pasti sudah melesat balik ke markas mereka," ujar Kilin kecil yang kini merayap naik dan bertengger di atas bahu Arkan, mengibaskan ekor keemasannya. "Dalam beberapa hari, berita bahwa kau melumpuhkan pasukan elit tanpa goresan akan sampai di meja para Ketua Perguruan.""Biarkan saja," jawab Arkan tenang. Langkah kakinya tetap konstan, menapak di atas jalur berbatu yang mulai tertutup lapisan salju tipis. "Ma
Dernière mise à jour : 2026-10-07 Read More