Suasana di halaman kuil tua itu semakin hening seiring fajar mulai merayap naik, membasuh kabut tipis di sepanjang tebing awan dengan pendar keemasan yang hangat. Arkan menutup matanya perlahan, membiarkan tubuhnya menyatu sepenuhnya dengan detak napas alam semesta.Di dalam pusat jiwanya, pusaran Trisula—tiga elemen agung yang terdiri dari es yang murni, petir yang bergetar halus, dan kehangatan emas—berputar pelan dalam ritme yang selaras. Selama ini, ketiga elemen tersebut dijaga dalam keseimbangan yang ketat. Namun, setelah menyerap kebijaksanaan dari Kristal Memori Semesta dan Kitab Jiwa Purba, Arkan merasakan adanya tingkatan harmoni yang jauh lebih dalam yang bisa dicapai.Kilin melompat turun dari bahu Arkan, mengambil posisi duduk waspada di hadapan sang pertapa, menjaga agar gelombang energi yang terpancar tidak mengganggu ketenangan kuil.Arkan menarik napas panjang. Begitu ia menghembuskannya, pendar tiga warna dari tubuhnya meluas secara perlahan, menembus dinding-dinding
Dernière mise à jour : 2026-10-25 Read More