Arkan melangkah mantap di bawah naungan pepohonan raksasa, hingga akhirnya rimbunnya hutan purba berangsur-angsur terbuka. Di hadapannya kini terbentang sebuah bentangan air yang sangat luas dan jernih bagaikan cermin raksasa—Danau Cermin Purba.Permukaan air danau itu begitu datar dan tenang, memantulkan langit malam bertabur bintang dengan sempurna tanpa riak sedikit pun. Namun, di tengah-tengah danau tersebut, hukum alam tampak terdistorsi. Air danau berputar membentuk pusaran dimensi kecil, mengeluarkan dengung frekuensi rendah dan percikan pendar energi ungu yang menandakan adanya simpul dimensi yang bergolak dan tidak stabil.Kilin kecil di bahu Arkan menurunkan telinganya, merasakan ketegangan spasial yang memancar dari pusat danau.Tanpa membuang waktu, Arkan melangkah di atas permukaan air. Kakinya yang menjejak air tidak menimbulkan riak sedikit pun, membawanya meluncur anggun menuju ke tengah danau, tepat di hadapan pusaran simpul dimensi yang bergolak.Arkan berdiri tegak
Dernière mise à jour : 2026-10-30 Read More