Mata Cantika sudah berkaca-kaca seakan dia adalah wanita paling menyedihkan pagi ini. Dia masih terduduk di lantai dengan pakaian kotor. Cantika pura-pura berusaha berdiri namun jatuh terduduk lagi di lantai.“Aduh sakit, Davin. Lantainya licin,” rengek Cantika menyeka air matanya. Davin masih diam dan memperhatikan keduanya. Dia baru membuka mata dan langsung melihat Cantika yang tiba-tiba sudah jatuh di lantai. “Biar aku bantu,” Ayunindya mengulurkan tangan. Cantika menggelengkan kepala. “Aku tidak mau. Kamu pasti mau membuat aku jatuh lagi kan!?”“Aku tidak seperti itu. Kamu jatuh sendiri!” Ayunindya berusaha membela dirinya. Cantika kembali mengadu pada Davin. “Lihat tanganku, Davin. Rasanya perih, tanganku terluka.” Cantika menunjukkan tangannya yang berdarah. Ayunindya menggelengkan kepala. Dia sama sekali tak menyangka sepagi ini sudah difitnah Cantika. “Cantika, kamu harus berdiri dulu. Bersihkan lukamu. Aku takut lukanya susah sembuh kalau dibiarkan,” pinta Davin dari te
Last Updated : 2026-08-05 Read more