Cantika pulang kali ini dengan mama dan papanya. Dia memilih kapal yang terpisah dari Davin dan Puspita. Sepanjang perjalanan dengan kapal, Cantika bahkan mabuk laut. Sekuat tenaga dia menolak keinginan untuk makan rujak buah. “Ca, kamu kenapa?” tanya mamanya heran melihat Cantika terlihat sangat lemas.“Tidak apa-apa, Ma,” Cantika menggelengkan kepala.“Tapi wajahmu pucat!” Mamanya langsung memegang kening Cantika. “Tidak panas ya.” Cantika langsung memundurkan langkahnya. Takut mamanya menyadari sesuatu. Tapi perutnya tiba-tiba kembali bergejolak.Cantika memilih berlari ke arah wastafel. Mamanya yang khawatir langsung menyusul. “Kamu kenapa, Ca?” tanya mamanya sambil memijat lembut punggung belakang Cantika.“Tidak apa-apa, Ma. Cuma mabuk perjalanan saja, mungkin juga masuk angin,” elak Cantika.“Oh, kalau begitu di kamar saja. Kamu istirahat dulu ya. Lagipula kenapa kita pulang tidak bersama Davin dan Bu Puspita?” tanya mamanya heran.“Tidak apa, Ma. Aku memang yang mau pulang
Last Updated : 2026-08-27 Read more