Suara ponsel kembali berbunyi untuk kedua kalinya. Membuat jantung Cantika makin berdegup kencang. Belum lagi wajah penuh penasaran milik Puspita, benar-benar membuatnya merasa tersudut. “Bu…bukan, Ma!” jawab Cantika terbata.“Bukan?” Puspita kembali mengerutkan keningnya.Cantika menelan ludahnya dengan payah. “Dia teman kuliahku dulu. Mungkin cuma mau pinjam uang. Biar aku angkat, Ma.” “Oh begitu!” Puspita segera menyerahkan ponsel itu pada Cantika. “Halo!” untuk meyakinkan Puspita dia segera mengangkat telepon itu namun dia sedikit menjauh dari Puspita. “Halo Cantik…apa maksudmu kirim foto alat test pack? Apa kamu sedang hamil?” tanya Bobby di seberang telepon.“Hei, Bobby. Kenapa sih selalu telepon pinjam uang? Aku sudah lelah meminjamimu uang. Jadi tolong jangan telepon aku lagi. Apa kamu mengerti?” Cantika bicara agak besar. Dia sempat melirik ke arah Puspita yang masih memperhatikan dirinya. “Hah…kamu bicara apa, Cantik? Apa kamu mabuk?” Bobby kebingungan.“Tidak, aku tida
Last Updated : 2026-08-22 Read more