Davin membeku beberapa saat. Kaget dan dia mulai tidak yakin kalau Ayunindya kabur darinya. Selama ini dia pikir Ayunindya hanya kabur dan tak ingin bertemu dengannya. “Pak, tali tasnya juga putus,” sambung detektif itu membuyarkan lamunan Davin.“Baiklah, aku akan ke sana!” putus Davin menutup teleponnya. Baru saja dia melangkah ke pintu tapi langkah kakinya langsung berhenti. Wajah Cantika terlihat begitu sumringah menatapnya.“Kamu datang juga, Ca? Posisimu sudah digantikan orang lain. Aku butuh sekretaris yang hadir setiap hari,” tegas Davin menghembuskan napas berat. Dia sedang berpikir alasan apa yang tepat agar bisa pergi.Cantika tersenyum dan langsung menggamit lengan tangan Davin. “Tidak masalah, Davin. Aku inginnya jadi nyonya Davin bukan sekretarismu.” “Kalau begitu kenapa kamu ke sini, Ca?”Cantika mengerucutkan bibirnya. Menatap sedikit kesal pada Davin. “Apa kamu tidak suka ada aku di sini?” “Bukan begitu, Ca. Tapi aku punya banyak pekerjaan,” elak Davin. Jauh di da
Last Updated : 2026-08-10 Read more