Ayunindya masih memperhatikan foto di dinding. Seorang gadis muda yang terlihat cantik dengan latar belakang pantai yang indah. Dia masih ingat wajahnya dan dia sama sekali tak menyangka kalau kamar itu adalah miliknya.“Ayu, memangnya dia siapa?” tanya Damar yang berdiri di belakang Ayunindya. “Namanya Noni. Dia pernah bekerja sebagai office girl di perusahaan Mas Davin. Tapi tidak lama kerjanya, seingatku dia berhenti dan mau menyusul Ibunya kerja di luar negeri,” jelas Ayunindya. Damar menarik napas lega. Setidaknya dia tahu tidak ada ancaman yang berarti di rumah itu. “Mungkin gajinya lebih menjanjikan. Setidaknya aku tahu kita aman di sini.” “Iya. Di sini aku bisa memasak. Ada banyak perlengkapan masak di sini,” usul Ayunindya sambil menarik sprei dan membuka sarung bantal.“Tidak usah. Kamu sebentar lagi akan lahiran. Biar kita beli makan saja setiap hari,” tolak Damar membuka tas besarnya lalu mengambil selimut dan jaket yang ada di sana.“Kamu mau ke mana, Damar?” “Aku le
Last Updated : 2026-09-10 Read more