Malam itu adalah malam yang sibuk di pulau. Semua orang sedang menyiapkan acara pertunangan Davin dan Cantika. Sementara di kapal, Damar juga sedang latihan berpura-pura memasak agar besok terlihat meyakinkan. “Bos, bukannya itu gula!” celetuk anak buahnya saat Damar salah memilih toples. Mengira gula adalah garam. “Aduh, kenapa susah sekali membedakan keduanya? Mereka sama-sama warna putih,” keluh Damar sampai menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Aku beri nama di toplesnya saja ya,” usul Ayunindya. “Bos, tenang. Bos cukup pura-pura memasak. Yang penting tangan bos tidak terlihat kaku,” celetuk anak buahnya. Damar menghembuskan napas kasar dan mengangguk mengerti. Orang yang tidak biasa memasak dengan orang yang biasa memasak tentu saja gestur tubuhnya sangat berbeda. “Ayu, kenapa kita tidak hancurkan saja pesta pertunangannya besok? Rasanya aku lebih ahli menghajar orang daripada mengupas kulit bawang,” usul Damar setengah putus asa melihat kuali dan kompor. “Ah iya ak
Last Updated : 2026-08-17 Read more