Kenzo dan Adit saling pandang. Karena mereka sudah sama-sama tahu kejamnya Cantika, tentu saja nama Cantika masuk ke dalam daftar orang yang mungkin saja melakukan kejahatan pada detektif itu.“Kalau detektif itu sudah tenang, kita akan interogasi dia, Pak!” Jawab Adit. “Baguslah. Mana pekerjaan yang harus aku tandatangani?” Pinta Davin yang baru bisa duduk saja di tempat tidurnya. Kepalanya masih di perban dan nyeri tubuhnya belum benar-benar hilang. “Ini Pak!” Adit menyerahkan setumpuk dokumen. “Bagaimana dengan Cantika? Dia tidak tahu kalian ke sini bukan?” tanya Davin sambil tanda tangan.“Tidak, Pak. Menurut satpam di rumahnya, Cantika hanya di rumah, tidak keluar sama sekali!”“Wah tumben. Biasanya wanita satu itu rajin sekali ke club malam,” celetuk Kenzo menyunggingkan senyumnya. Davin langsung menghentikan gerakan tangannya yang sedang tanda tangan dan langsung menoleh ke arah Kenzo. “Apa maksudmu, Kenzo? Apa kamu melihatnya sering ke sana?” “Bukan aku langsung. Tapi aku
Last Updated : 2026-09-17 Read more