“Jadi ... ini yang namanya, pay as you wish, ya …,” bisik Raia tepat di depan bibir Aksenna.“Got it!" lanjutnya intim, tatapannya menyusuri tiap lekuk di wajah pria itu.Aksenna terkekeh pelan. "But I haven't asked you for anything." balas Aksenna serak, suaranya memberat."Let's just say, ini cara brutalku menebak isi kepala kamu,” balas Raia, bisikannya mendekat pada Aksenna.“OK. Let’s just assume that’s true, baby," respon Aksenna pelan.Raia tersenyum tipis, membungkuk merendahkan wajahnya hingga bibir mereka nyaris bersentuhan.Di belakang Raia, tangan Aksenna sudah merayap naik, melepas pakaian bagian atas yang dikenakan Raia hingga kain itu meluncur lolos.Sepasang gundukan kembar Raia yang padat dan putih bersih di bawah temaram lampu kamar.“I like it, Dear.” Ibu jari Aksenna bergerak tak terkendali, mengunyel-unyel pelan bagian pucuk dada Raia yang mendadak menegang nyata akibat sengatan gairah yang begitu pekat.“Ah, geli, dong…” Raia menggeliat pelan.Sementara fokus Aks
Last Updated : 2026-09-09 Read more