“Bos ya?”Pria itu melangkah maju, memosisikan tubuh tegapnya tepat di depan tempat duduk Raia. Sebelum gadis itu sempat memprotes, Aksenna mencondongkan tubuhnya ke depan dan bertumpu pada kedua telapak tangan yang ia letakkan di tepian meja marmer, tepat di sisi belakang pinggang Raia.Raia tersentak kecil, refleks memundurkan punggungnya hingga mentok pada sandaran kursi bar."Kayanya udah saya bilang, di luar jam kantor, I'm not your boss," lanjut Aksenna, sepasang matanya menatap tajam ke dalam manik mata Raia yang membelalak panik. "Saya cuma klien yang terikat proposal kamu. Or partner, mungkin?”Raia menelan ludah dengan susah payah. Di bawah kepungan aroma maskulin yang begitu pekat dan jarak wajah mereka yang hanya tersisa satu jengkal, ia mati-matian mengumpulkan sisa keberaniannya agar tidak terlihat lemah.“Jangan keluar konteks, Senna," potong Raia cepat, menepis alibi pekerjaan yang dilempar pria itu. "Saya tanya, why did you kiss me? Long enough to make me forget how t
Last Updated : 2026-08-17 Read more