Beberapa orang bilang, menjatuhkan harga diri di depan orang yang disukai adalah hal paling memalukan. Tapi bagi Aksenna, ada yang jauh lebih buruk: kehilangan akal sehat hanya karena sebuah ciuman."What the hell was I thinking? She’s my employee, you idiot!'But, pria mana yang tidak suka berciuman? Casual or deep kiss? Men like both, right?'Satu klik halus di pintu kamarnya terdengar. Di balik dinding itu, runtuh sudah semua topeng wajah bersimbol ketenangan dan kewibawaan yang biasa Aksenna tinjukkan sehari-hari.Pria itu menyandarkan kepala ke daun pintu, mengembuskan napas panjang yang sejak tadi tertahan."Sial. Saya beneran sudah gila," umpat Aksenna lirih di kamarnya.Namun, bukannya tenang, jantungnya justru kembali berdegup gila-gilaan. Aksenna berjalan cepat ke arah tempat tidur, lalu menghempaskan tubuhnya ke sana. Dia berguling ke kanan, lalu ke kiri, menenggelamkan wajahnya ke bantal untuk meredam erangan frustrasi.Sialan, tekstur bibir Raia—stafnya itu seolah masih t
Last Updated : 2026-08-18 Read more