Lampu gantung kristal di restoran utama hotel memancarkan pendar kuning keemasan yang hangat, menaungi meja privat tempat Raka, Clara, dan Maya menikmati santap malam.Di atas meja, sajian steak dan salad buah tersaji rapi, melengkapi suasana malam kota Bandung yang dingin.Maya yang duduk di seberang Raka tak bisa menyembunyikan pendar bahagia di raut wajah cantiknya.Sepanjang makan malam berlangsung, sekretaris centil itu terus-menerus curi-curi pandang ke arah Raka.Ia terus menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan rasa tidak sabar, membayangkan instruksi liar Raka di balkon sore tadi.Baginya, jam sepuluh malam nanti adalah panggung pembuktian di mana ia bisa menikmati dominasi sang pengawal semalaman penuh."Dagingnya kurang empuk ya, Maya?" tanya Clara memecah keheningan seraya memotong hidangannya dengan anggun.Maya tersentak kaku dari lamunannya, lalu memosisikan duduknya dengan tegak."Eh, enggak kok, Bu Clara. Ini... rasanya pas banget."Clara mengangguk pelan, lalu mel
Terakhir Diperbarui : 2026-09-29 Baca selengkapnya