"Aduh, Bu Clara bisa aja bercandanya. Saya ini cuma OB, Bu. Nggak berani saya kalau sampai ngelewatin batas," ujar Raka dengan kekehan canggung, sembari memundurkan langkahnya satu pijakan untuk memangkas jarak dengan bosnya tersebut.“Saya nggak bercanda, Raka. Saya serius. Kenapa? Kamu sudah punya pacar, hm?” tanya Clara kemudian. Raka menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Nggak ada sih, Bu. Saya masih jomlo.”“Terus, kenapa nolak?” “Eung… anu, itu Bu–” “Saya bisa kasih kamu bonus saat ini juga kalau kamu berhasil bikin saya puas lho, Raka,” ucap Clara kembali, memotong ucapan Raka. Raka menelan ludahnya.Dia harus mencari cara yang logis supaya penolakannya barusan diterima dengan baik oleh sang bos. "Saya... saya permisi lanjut bersihin ruangan lain dulu ya, Bu. Kerjaan saya banyak banget pagi ini.”Tanpa menunggu jawaban Clara yang masih menatapnya, Raka buru-buru menyambar troli pembersihnya dan keluar dari ruangan itu dengan langkah seribu.“Bener-bener di luar dugaan. Bi
Terakhir Diperbarui : 2026-07-31 Baca selengkapnya