Maya melangkah mengendap-endap menyusuri lorong sempit menuju pos office boy.Suara ketukan sepatu hak tingginya sengaja diperpelan.Saat melihat pintu ruangan kecil itu sedikit terbuka, menyebarkan seberkas cahaya kuning redup ke koridor, senyum centil seketika terukir di bibirnya yang bergincu merah.Klek.Maya menyusup masuk, lalu dengan cepat mengunci pintu dari dalam."Langkah kamu berisik banget, Maya," celetuk Raka tanpa menoleh.Pria tegap itu sedang berdiri menyandarkan pinggulnya di tepi meja kayu, jemari tangannya santai merapikan deretan kunci ruangan yang tergantung di papan dinding.Maya terkekeh halus, membuang jarak di antara mereka dengan ayunan panggul yang manja.Tanpa ragu, ia langsung menyandarkan tubuh mewahnya, gelendotan di lengan berotot Raka yang terbungkus kemeja kerja."Biarin, kan cuma ada kita berdua di sini," sahut Maya dengan nada suara yang mendayu-dayu.Ia kemudian mengerucutkan bibirnya seraya menatap wajah tegap Raka dari samping."Kesal banget tahu
Terakhir Diperbarui : 2026-09-23 Baca selengkapnya