Clara menyandarkan punggungnya di tepi meja kerja mahoni, mengembuskan napas panjang yang sarat akan beban tersembunyi."Sepertinya memang begitu," gumam Clara pelan, matanya menatap kosong ke sudut ruangan sebelum kembali terkunci pada Raka."Pria seperti Hartono tidak akan pernah menerima kekalahan begitu saja hanya karena selembar kertas kontrak. Dia menandatanganinya hari ini karena terdesak, tapi siapa yang tahu kalau di balik layarnya dia sedang mengulik sesuatu tentang kehidupan pribadiku."Raka menganggukkan kepalanya perlahan.Ia melangkah mendekat, berdiri amat dekat hingga pandangan matanya menatap lekat wajah cantik di hadapannya."Tetap berhati-hati dalam berbisnis, Bu Clara," ucap Raka dengan nada suara yang dalam, tegas, dan menuntut kewaspadaan mutlak."Saya percaya kamu sangat cerdas dan dominan dalam memimpin perusahaan ini. Tapi seperti yang sama-sama kita tahu, dunia bisnis itu sangat jahat. Satu celah kecil dari masa lalu bisa dimanfaatkan musuh untuk meruntuhkan
Last Updated : 2026-11-05 Read more