Malam harinya di dalam penthouse yang hening, lampu-lampu kota Jakarta berpendar terang menembus dinding kaca tinggi.Clara duduk menyandar di sofa kulit ruang tengah dengan gaun santai bergaris leher rendah.Wanita itu memegang segelas anggur merah, menatap kosong ke luar jendela sebelum Raka melangkah mendekat membawa map berkas evaluasi."Rasanya capek banget, Raka," keluh Clara pelan, mendesah berat sambil meletakkan gelasnya di atas meja kaca."Akhir-akhir ini banyak banget orang yang mau hancurin aku. Kayak gak ada habisnya."Wanita itu mengalihkan pandangannya, mendongak menatap lurus mata Raka yang berdiri tenang di samping sofa."Untung ada kamu," lanjut Clara, suaranya melunak penuh rasa lega."Jadi aku bisa handle semua kerjaan berkat kamu. Ternyata kamu berbakat banget, ya."Raka menyunggingkan senyum tipis, sudut bibirnya terangkat penuh kalkulasi."Sudah kewajiban saya untuk memastikan posisi Ibu tetap aman dari serangan luar."Clara tersenyum penuh arti, lalu mengulurka
Last Updated : 2026-10-28 Read more