Keesokan paginya, matahari menerobos celah gedung-gedung tinggi ibu kota dan memancarkan cahaya terang ke lantai eksekutif.Clara duduk di balik meja kerjanya, sembari membuka beberapa dokumen laporan mingguan sambil menyeruput kopi hitam panas.Tepat pukul sembilan lewat lima belas menit, bunyi dering ponsel di atas meja memecah keheningan ruangan.Layar ponsel itu menampilkan nama yang sudah mereka nantikan sejak semalam: Hartono.Clara tidak langsung mengangkat panggilan tersebut.Wanita itu membiarkan ponselnya berdering sampai tiga kali deringan, membiarkan ego sang penguasa logistik itu tersiksa dalam penantian sebelum ibu jarinya menggeser tombol hijau."Selamat pagi, Tuan Hartono," sapa Clara dengan suara tenang, datar, dan tidak menyiratkan antusiasme sama sekali.Di seberang sana, suara Hartono terdengar berdehem pelan, mencoba menutupi kecanggungan setelah sikap arogan yang ia tunjukkan kemarin lusa."Selamat pagi, Bu Clara. Saya baru saja mengecek kembali beberapa poin dar
Zuletzt aktualisiert : 2026-11-01 Mehr lesen