“Saya tidak bisa melakukannya, Tuan. Saya hanya pelayan di rumah ini.” Mayra menunduk dalam, jari-jarinya meremas ujung celemek.Di hadapannya, Matthias masih menggenggam gaun berwarna biru laut. Potongannya anggun, dengan kain yang berkilau lembut di bawah cahaya ruangan.Warna biru itu rasanya tidak asing, Mayra pernah melihat foto yang ada di kamar milik istri Matthias. Di sana istri Matthias mengenakan dress selutut warna biru laut.Kenapa Tuan Hayes menyuruhnya memakai gaun dengan warna yang merupakan favorit istrinya?“Pakai,” ulang Matthias singkat.Mayra mengangkat wajah dengan ragu. “Tuan, saya takut gaun ini—”“Cepat pakai dan jangan membuat Tuan Hayes menunggu.”Suara Elias, kepala pelayan, terdengar dari samping. Mayra menelan kembali ucapannya. Jika bahkan Elias menyuruhnya menurut, ia tahu tidak ada gunanya membantah lagi.Akhirnya, Mayra mengulurkan tangan dan menerima gaun tersebut dengan hati-hati.“B–baik, Tuan. Akan saya pakai.” Mayra kemudian bergegas menuju ruang
Last Updated : 2026-08-02 Read more