Setelah memastikan Abiyya menghabiskan supnya, Rania segera membawa mangkuk dan gelas kotor ke dapur. “Pak, setelah ini langsung istirahat, ya. Jangan bekerja lagi.” Melihat sikap bossy Rania yang menggemaskan, Abiyya pun tersenyum, sebelum kembali menyandarkan punggung ke sofa. Setelah mencuci mangkuk, Rania merapikan dapur yang sebenarnya sudah cukup bersih. Ia mengelap meja, mengembalikan beberapa peralatan ke tempatnya, lalu mencuci tangannya. Baru setelah semuanya selesai, ia teringat bahwa malam sudah cukup larut dan ia masih belum pulang. Rania melongok ke arah ruang tengah, maniknya menemukan Abiyya yang sudah tertidur di sofa. Gadis itu berjalan mendekat, lalu berhenti beberapa langkah darinya. Pria itu tampaknya benar-benar kelelahan. Satu lengannya tergeletak di atas sandaran sofa, sementara kepala sedikit miring ke samping. Kemejanya masih terbuka pada dua kancing teratas, memperlihatkan sebagian kecil tulang selangka. Rania melirik jam di ponselnya. Seharusnya
Last Updated : 2026-10-13 Read more