Cahaya hijau itu berhenti tiga langkah dari rak tempatnya bersembunyi. Seraphina menahan napas sampai dadanya terasa seperti akan pecah. Ia bisa mendengar kain jubah berkibas pelan di balik deretan buku, langkah yang ragu-ragu—bukan langkah seseorang yang yakin mangsanya sudah terpojok, melainkan langkah seseorang yang justru sedang menimbang, apakah harus mendekat atau mundur. "Aku tahu kau ada di sana," bisikan itu terdengar, lembut, hampir seperti permintaan maaf, dalam bahasa yang sama sekali berbeda dari gumaman asing tadi. "Aku tidak datang untuk menyakitimu, Nona Aldric." Seraphina tidak menjawab. Tangannya mencengkeram tepi rak begitu erat hingga buku-buku bergetar, dan sapu tangan yang masih membalut jarinya yang terluka basah oleh keringat dingin. "Kau akan menemukan ini berguna," sosok itu melanjutkan, dan cahaya hijau bergeser—bukan mendekat, melainkan menjauh, merambat ke arah meja baca tua di tengah ruangan. Sesuatu diletakkan di sana, ringan, nyaris tanpa suara.
Last Updated : 2026-08-25 Read more