Cengkeraman Daman pada ponsel satelitnya mengerat hingga buku-buku jarinya memutih. "Da-Daman... Ada apa? Ibu kamu dalam bahaya?!" tanya Arini panik, menangkap raut wajah Daman yang mendadak sekeras batu karang. "Tuan Besar menaruh tim eksekutor di rumah sakit tempat ibu saya dirawat, Nyonya," jawab Daman dingin, berusaha menata napasnya yang mulai tak beraturan. "Aa... Ini semua gara-gara aku! Pria tua itu mau membunuh ibumu karena aku!" jerit Arini histeris, air mata kembali merebak di pelupuk matanya. "Jangan menyalahkan diri Anda, Arini! Tuan Besar cuma memanfaatkan celah ini untuk meruntuhkan pertahanan kita," potong Daman tegas sembari menggenggam kedua bahu mulus Arini. 'Ancamannya membakar emosiku, tapi aku tidak boleh gegabah melangkah jika tidak mau Arini dan ibuku mati bersamaan,' batin Daman menahan gemuruh amarah di dadanya. Daman mengusap lembut
Last Updated : 2026-09-12 Read more