“Maksud saya, apakah usia menjadi penentu seseorang cocok atau nggak dalam sebuah hubungan?” jawabku cepat, sengaja memutar arah untuk menutupi kegugupan.“Hubungan?” ulang Pak Jeremy.“Iya, hubungan… seperti yang Bapak bilang tadi. Usia saya dan Chloe tidak terpaut jauh,” jelasku. Padahal, bukan itu maksudku tadinya. Namun, karena dia tidak peka sama sekali, ya sudah… biarkan saja jadi salah paham.“Ooh… itu. Tentu saja masalah. Kesenjangan usia pasti membawa perbedaan mencolok dalam hal pengalaman, cara berpikir, dan yang paling kentara, cara komunikasi,” jawabnya serius.Aku mengangguk kaku lalu tersenyum tipis. “Saya mengerti, Pak.”“Hm…” Ia mengangguk. “Kamu tidak sedang punya fantasi tentang kita, bukan?”Aku terkekeh kaku. “Tentu tidak. Bapak terus-menerus mengingatkan batasannya, jadi saya tahu diri, kok…”Pak Jeremy menaikkan sebelah alisnya. Ia menatapku dengan sorot aneh yang memilih diabaikan saja.Di tengah keheningan canggung itu, ponsel di atas meja bergetar. Pak Jeremy
Última actualización : 2026-09-22 Leer más