Hanaya berusaha sekuat mungkin untuk tetap tenang. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang masih belum stabil sejak insiden pecahnya cangkir antik bernilai fantastis. Namun, di balik rasa lega karena lolos dari hukuman berat, ada satu hal lain yang terus mengusik benaknya sepanjang hari.Ia tak tahu kenapa seminggu terakhir ini Tuan Silas selalu berada di rumah.Seharusnya, seorang sibuk sekelas Silas memiliki jadwal padat di luar sana, mengurus bisnis, menghadiri rapat penting atau setidaknya pergi ke kantor pusat alih-alih mengurung diri di penthouse mewah ini.Tapi kenyataannya, sudah tujuh hari penuh pria bermata biru itu menghabiskan sebagian besar waktunya di ruang kerja pribadi, memantau setiap gerak-gerik di dalam rumah, dan yang paling mengerikan bagi Hanaya: mengawasinya secara langsung.Setiap kali Hanaya membawa nampan berisi kopi, merapikan sudut ruangan, atau sekadar membantu Robert, ia bisa merasakan sorot
Last Updated : 2026-08-21 Read more