Alya sangat tegang. Wajahnya pucat pasi dengan mata terbelalak, sementara jarinya mencengkeram kemeja Dewa kuat-kuat."Bagaimana ini Pak." bisiknya nyaris tak terdengar.Dewa meletakkan jarinya di bibirnya sendiri, sssttt. Sensasi dingin merayap di punggungnya saat mendengarkan Rehan dan Shinta terus menggedor pintu. Dewa dengan tenang merogoh saku jasnya, mengambil ponsel, lalu mengetik pesan cepat kepada Devan agar segera menelepon Rehan.Tak sampai satu menit, ponsel Rehan di luar bilik berdering nyaring, memecah suasana liar mereka."Ck, Devan menelepon," umpat Rehan samar dari luar, nada suaranya terdengar kesal karena kenikmatannya terganggu. "Ayo cepat bersih-bersih di toilet luar saja, Sayang. Kita harus kembali ke meja sebelum mereka curiga.""Mas, bajuku rapi tidak?" bisik Shinta manja."Sudah cantik, ayo cepat," balas Rehan tergesa-gesa.Terdengar langkah kaki Rehan dan Shinta yang terburu-buru menjauh meninggalkan area toilet VIP.Begitu situasi dipastikan aman, A
Last Updated : 2026-08-24 Read more