Dewa dan Alya berjalan turun menuju ruang tengah. Mama dan Papa Dewa yang duduk di sofa langsung menyambut mereka dengan senyum penuh arti."Kalian ini lama sekali di atas," goda Mama Dewa sambil tersenyum geli. "Mending kalian segera menikah saja, biar sah dan tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi.""Jangan dulu, Ma, Pa," potong Dewa cepat, mencoba menetralisir suasana."Loh, kenapa? Wong sudah kebelet begitu kok," sahut Mamanya santai."Alya lagi sakit, Ma. Makanya tadi Dewa obati sebentar di kamar," kilah Dewa beralasan.Mama Dewa mengernyitkan dahi penuh perhatian, lalu menatap Alya. "Alya sakit apa, Nak?"Alya menunduk canggung, tak berani menatap wajah orang tua Dewa. "Hanya pusing sedikit, Tante...""Bawa Alya ke rumah sakit Dewa, takutnya kenapa-kenapa." Pinta sang Mama. Dewa tersenyum, "Ngapin ke rumah sakit Ma, Dewa bisa kok ngobatin Alya." Jawab Dewa. Dewa mengambilkan nasi dan lauk ke piring Alya, dia meminta Alya makan dengan pelan, jangan terburu-buru. Melihat sika
Last Updated : 2026-08-21 Read more