Rasa sakit yang makin menjadi-jadi membuat Alya kehilangan akal sehatnya. Dengan napas terengah-engah dan jemari yang gemetar hebat, Alya mencoba melepas celananya sendiri. Dalam keputusasaannya, ia berharap rangsangan fisik bisa mengalihkan atau meredakan rasa ngilu yang membakar bagian intimnya. Namun, tepat saat jemarinya masuk berusaha menyentuh titik peka di dalam sana, rasa sakit bukannya berkurang, melainkan berdenyut jauh lebih hebat sampai membuatnya menjerit."A-aahhh! S-sakit... Tuhan, sakit sekali!" pekik Alya histris, menarik tangannya kembali dengan tubuh gemetar hebat di atas kasur.Alya benar-benar putus asa. Tubuhnya lemas, dadanya kempas-kempis, dan keringat dingin membasahi seluruh pelipis serta lehernya. Ia ingin pergi mencari bantuan, ingin berlari ke tempat Dewa, tetapi ponselnya di mobil Dewa. Ia tidak bisa memesan taksi, tidak bisa menghubungi siapa pun, dan tak sanggup lagi berdiri.Di tengah keputusasaan yang melumpuhkan itu, suara langkah kaki tergesa-ges
Last Updated : 2026-08-30 Read more