Pagi itu Alya bangun lebih pagi, dia sudah tak sabar untuk segera pergi dari rumah Rehan.Suasana kamar terasa asing, seolah ruangan itu tahu bahwa hari ini adalah hari terakhirnya berada di sana. Dengan napas terhela pelan, Alya kembali memeriksa resleting koper besarnya, memastikan tak ada satu pun barang pribadinya yang tertinggal.Alya melangkah keluar kamar. Di ambang pintu, langkahnya terhenti. Ia berdiri lama di sana, menatap sekeliling dengan tatapan datar, lalu perlahan menuruni tangga. Senyum tipis mengembang di bibirnya. Ada perasaan lega luar biasa yang mengalir di dadanya. Akhirnya, setelah ini aku bebas dari Rehan, batinnya mantap.Namun, rasa lega itu sedikit terganggu ketika kakinya memijak lantai bawah. Di ruang tamu, Rehan, Shinta, dan Mama Rehan sudah duduk menunggu.Melihat keberadaan Alya dengan koper di tangannya, Rehan langsung berdiri. Wajah pria itu pucat, matanya menyiratkan kecemasan yang tak bisa disembunyikan."Alya, kamu serius akan pergi?" tanya Reha
Terakhir Diperbarui : 2026-09-18 Baca selengkapnya