"Mas, jangan aneh-aneh! Ini di rumah, Rehan kapan saja bisa pulang," cegah Alya panik saat mendapati sorot mata Dewa yang mendadak berubah gelap dan sarat gairah. Langkah kaki Alya berusaha mundur, tetapi jarak di antara mereka sudah memangkas habis."Tenang, Sayang. Rehan tidak akan pulang sebelum aku pergi," bisik Dewa menenangkan. Senyum percaya diri tersungging di bibirnya yang menawan.Alya mengernyit, merasa ada yang janggal. "Kamu yakin sekali, Mas? Apa sebenarnya yang kamu lakukan padanya?"Dewa tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya tersenyum licik, lalu tanpa memberi kesempatan Alya bergeming, Dewa langsung menarik pinggang wanita itu dan melumat habis bibir Alya. Ciuman itu begitu menuntut, hangat, dan pekat akan rasa kepemilikan.Alya sempat hendak menolak, namun kelembutan perlakuan Dewa meluluhkan seluruh pertahanannya. Perlahan tapi pasti, Dewa membaringkan Alya ke atas tempat tidur. Di bawah remang lampu kamar, pakaian yang membungkus tubuh mereka kini telah ber
Last Updated : 2026-09-11 Read more