Baru saja Alya dan Dewa merapikan pakaian dan hendak melangkah keluar ruangan untuk berangkat makan siang, pintu ruangan terbuka. Rehan dan Shinta muncul dengan senyum mengembang, melangkah masuk tanpa canggung.Dewa menghentikan langkahnya, menatap Rehan dan Shinta dengan tatapan dingin dan alis terangkat."Kenapa datang tepat di jam makan siang, Rehan?" tanya Dewa dengan nada datar tanpa basa-basi.Rehan menyengir kikuk seraya menggaruk tengkuknya. "Maaf, Pak Dewa. Ada beberapa hal penting terkait proyek yang ingin saya bahas segera."Alya yang berdiri di samping Dewa berusaha bersikap seprofesional mungkin, meski dalam hatinya ada rasa muak melihat wajah suaminya dan selingkuhannya itu. Memecah ketegangan, Alya pun bersuara pelan pada Dewa."Ajak makan sekalian saja, Mas... maksud saya, Pak Dewa," bisik Alya halus, buru-buru membetulkan panggilannya.Dewa melirik Alya sekilas, lalu menghela napas pendek. "Baiklah. Kita bahas sambil makan di restoran bawah."Beberapa saat kem
Last Updated : 2026-09-13 Read more