"Lucu banget! Hari ini ternyata ada adegan lucu banget. Lumayan lah ya, buat hiburan. Ha ha."Kuseka air mata yang baru menggenang di pelupuk mata. Aku akan semakin malu jika Athar melihat aku menangis."Awas, aku mau lewat." Aku melangkah, tapi Athar menghalangiku."Kenapa? Malu, ya? Seisi cluster ngetawain kamu, ya? Yaa resiko, sih." "Aku tahu kamu benci aku, Athar. Aku tahu aku memang selalu salah. Tapi aku juga punya hati!" Tak sanggup lagi menahan semua gejolak yang ada dalam dada, aku menumpahkannya. Terserah jika dia ingin menertawakanku, aku tidak peduli. Tangisku pecah. Aku memegangi dada yang terasa begitu sesak dan penuh.Athar terdiam melihat reaksiku. Mungkin ini terlihat berlebihan, tapi terserah pemikirannya.Aku mulai menarik napas panjang dan melepaskannya perlahan, lalu mengusap air mata ini. Athar masih membeku. Kulihat matanya menyimpan sesuatu yang lain. Aku tidak tahu apakah itu rasa kasihan, atau hanya sekedar perasaan tak peduli."Tolong minggir, aku mau lew
Última actualización : 2026-09-16 Leer más