Setiap kali Raia mencoba menelan masakan yang diantarkan ke apartemennya, makanan itu terasa tak ubahnya seperti pasir kering—kasar dan keras. Aroma sajian berkelas yang memenuhi meja makan miliknya justru terasa seperti teror baginya. Makanan itu bukan sekadar bentuk perhatian, melainkan penanda bahwa sang bos bisa menjangkau dan mengarahkan hidupnya kapan saja ia mau.Napas Raia mulai memburu, ia butuh pertolongan. Ia butuh seseorang yang mengerti kesehatan jiwa, seseorang yang berada jauh di luar lingkaran beracun Vaneric Group.Di tengah kepanikan yang ia rasakan, satu nama mendadak terlintas di benak Raia.Javier.Teman dekatnya sejak masa kuliah dulu yang kini berprofesi sebagai seorang psikolog klinis. Javier—atau yang biasa disapa Javi—adalah sosok yang memiliki ketenangan luar biasa, punya pemikiran kritis, pendengar yang luar biasa baik, dan satu-satunya orang yang pernah menjadi tempat Raia bersandar saat masa-masa paling kelam di kampus.Dengan jemari gemetar, Raia meraih
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-29 อ่านเพิ่มเติม