ホーム / Romansa / The Day We Do It / Bab 100 - Khusus Untukmu

共有

Bab 100 - Khusus Untukmu

作者: Anidania
last update 公開日: 2026-10-07 22:47:36

"Selamat malam, Tuan Vaneric. Suatu kehormatan besar menyambut Anda dan Ibu Raia malam ini," sapa sang manajer toko sembari membuka pintu. Membiarkan keduanya melangkah masuk.

Tapi Raia semakin salah tingkah. Pipi dan telinganya terasa terbakar saat menyadari bahwa seluruh staf toko perhiasan eksklusif itu tampaknya memang sengaja bersiaga menunggu kedatangan mereka, meskipun jam operasional toko sudah tutup.

"Leo... ini benar-benar berlebihan," cicit Raia setengah memohon, menatap tajam ke ar
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • The Day We Do It   Bab 100 - Khusus Untukmu

    "Selamat malam, Tuan Vaneric. Suatu kehormatan besar menyambut Anda dan Ibu Raia malam ini," sapa sang manajer toko sembari membuka pintu. Membiarkan keduanya melangkah masuk.Tapi Raia semakin salah tingkah. Pipi dan telinganya terasa terbakar saat menyadari bahwa seluruh staf toko perhiasan eksklusif itu tampaknya memang sengaja bersiaga menunggu kedatangan mereka, meskipun jam operasional toko sudah tutup. "Leo... ini benar-benar berlebihan," cicit Raia setengah memohon, menatap tajam ke arah pria di sampingnya. "Kenapa harus sampai membuka toko malam-malam begini? Kita bisa beli cincin atau kalung kapan-kapan saja kalau sedang jam istirahat kantor!"Leo menoleh sekilas, menyunggingkan senyuman miring yang begitu mengintimidasi. "Saya tidak suka menunggu, Raia. Dan saya ingin malam ini semuanya lengkap," bisik Leo, tepat di dekat telinga wanita itu, membuat debaran jantung Raia semakin tak terkendali.Pria itu membawa Raia melangkah masuk ke dalam area interior toko yang berkilau

  • The Day We Do It   Bab 99 - Kita Kemana Lagi?

    "Kan sudah saya bilang," jawab Leo santai, menyusul langkah Raia dengan kedua tangan yang kembali dimasukkan ke dalam saku celana. Pria itu berdiri tepat di samping Raia, melirik deretan kotak mewah di meja kasir dengan senyuman miring penuh kemenangan. "Semua yang sempat kamu sentuh, tanyakan, atau pandangi tadi itu cocok untuk kamu. Jadi, semuanya ikut dibungkus." ​Mata Raia membelalak semakin lebar. Ia menoleh bergantian antara tumpukan kotak di atas meja dan wajah Leo yang tampak sama sekali tidak merasa bersalah. ​"Tapi kan aku... maksud saya, saya tadi tidak bilang mau beli syal kasmir itu!" protes Raia dengan nada frustrasi, pipinya merona merah padam menahan malu, sebal, dan salah tingkah. "Dan jaket tweed itu juga cuma saya lihat-lihat doang! Kamu curang banget, ya! Mana bisa main ambil keputusan sendiri?!" ​Leo terkekeh. Pria itu melangkah lebih dekat, memperkecil jarak hingga aroma parfum kayu maskulinnya kembali menguar di indra penciuman wanita itu. ​"Bukan curang

  • The Day We Do It   Bab 98 - Apa-Apaan Ini?

    ​"Boleh ... saya mencoba tas ini bersama sepatu loafers yang tadi?" tanya Raia memastikan.​Manajer butik tersebut tersenyum lebar. "Tentu saja ... dengan senang hati, ibu Raia! Silakan dicoba, itu adalah salah satu koleksi terbaik kami musim ini."​Dengan cekatan, staf butik mengambilkan tas yan Raia maksud dan membantu Raia memadukannya dengan kemeja sage serta loafers kulit domba yang begitu empuk. Ia menuntun Raia menuju melangkah dan berdiri di depan cermin besar.​"Astaga, Ibu Raia! Pilihan yang Ibu ambil benar-benar terlihat sempurna!" puji sang manajer begitu antusias. "Ini cocok sekali. Penampilan Ibu jadi terlihat sangat berkelas, elegan, tapi tetap terlihat santai dan natural. Sungguh selera yang luar biasa."​Mendengar pujian itu, pipi Raia seketika merona. Ia melirik ke arah sofa, mendapati Leo tengah menatapnya dengan senyuman miring di bibirnya.​"Benar kan apa kata saya?" sapa Leo, beranjak dari sofa dan melangkah mendekati Raia. Pria itu berdiri tepat di hadapannya,

  • The Day We Do It   Bab 97 - Jangan, Pak Leo!

    ​Leo terkekeh. Pria itu sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Raia, pria itu justru semakin merapatkan duduknya hingga bahu mereka bersentuhan.​"Kalau lemari kamu tidak muat, tinggal pindah ke tempat saya," sahut Leo enteng, seolah perpindahan tempat tinggal adalah hal sepele yang bisa dilakukan kapan saja. "Atau kita bisa merombak seluruh isi kamar di apartemen kamu malam ini juga. Pilih mana yang lebih kamu suka."​Raia membelalakkan matanya, ia langsung menoleh tajam ke arah pria di sampingnya. "Jangan macam-macam, ya! Siapa juga yang mau pindah ke tempat kamu?" sergahnya memprotes.​Leo mengangkat kedua alisnya, "Saya tidak sedang main-main, Raia," ucap Leo rendah, suaranya berubah serius. "Sekarang, berhenti protes dan pilih apa yang kamu mau. Atau seperti yang saya bilang tadi... saya yang akan memakaikannya satu per satu ke tubuh kamu sekarang juga."Raia menghembuskan napas kasar, wanita itu begitu kesal, bahunya merosot pasrah menghadapi sikap atasan di hadapannya yang

  • The Day We Do It   Bab 96 - Pilihlah, Rai

    ​"Panggil kepala butik dan seluruh staf kalian sekarang juga," perintah Leo begitu memasuki salah satu butik mewah. "Saya mau semua koleksi terbaru musim ini—mulai dari kemeja kasual, blazer, celana, gaun, hingga seluruh sepatu, tas, dan aksesoris kelas atas—dibawa ke ruang privat lantai dua."​Mata staf yang menyambutnya, membelalak terkejut, mengangguk cepat sambil membungkuk hormat. "B-baik, Tuan Vaneric! Kami akan segera menyiapkan semuanya sekarang juga!"​Raia yang berada beberapa langkah di belakang Leo langsung menghentikan langkahnya, terperangah tak percaya mendengar instruksi ugal-ugalan tersebut. Ia buru-buru menarik lengan jaket kulit Leo dengan panik.​"Leo! Kamu sudah gila, ya?!" seru Raia tertahan, namun, matanya membelalak lebar. Wanita itu mencengkram jaket Leo. "Kenapa sampai memanggil seluruh staf untuk membawa semua barang ke lantai atas? Kita kan tinggal pilih beberapa saja di rak ini!"​Leo menoleh, pria itu menatap Raia dengan sebelah alis terangkat, tangannya

  • The Day We Do It   Bab 95 - Wanita di Samping Saya

    "Lho? Leo? Sama sekretaris kesayanganmu ini?"Raia tersentak, wanita itu menegakkan tubuhnya dan mengenali wajah pria yang berdiri di samping meja mereka. Sandy tengah berdiri di sana bersama Evelyn yang mengapit lengannya mesra.Sandy menyunggingkan senyum miring di bibirnya. "Wah, luar biasa ya, Yo," celetuk Sandy dengan nada jahat dan merendahkan. "Petinggi Vaneric Group sekarang hobi banget campur aduk urusan ranjang sama pekerjaan kantor. Seleramu turun drastis, ya? Cuma bawa sekretaris rendahan buat fine dining di tempat mahal kayak gini. Apa karena cewek-cewek dari kalangan kita udah nggak mau sama kamu?"Evelyn tersenyum sinis, ia melipat kedua tangannya di depan dada, melirik Raia dengan tatapan jijik. "Iya, aneh banget. Baju sama dandanan murahan begini dibawa masuk ke restoran mahal. Gak tahu diri banget jadi sekretaris, tahunya aji mumpung bisa nempel bosnya. Mau sok jadi nyonya besar, Mbak?" sindir Evelyn tajam, sembari melontarkan tawa sinis yang mengiris harga diri.Da

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status