Mendengar jawaban dari Raia, raut wajah di hadapannya berubah panik. Ia meremas pinggiran map di dadanya, makin terlihat bingung dan serba salah."A-aduh, gimana ya, Mbak?" gumamnya gugup, menelan ludahnya kasar. "Soalnya, harus banget ditandatangani hari ini sebelum jam empat sore. Kalau enggak, nilai evaluasi magang saya bakal ditahan sama dosen."Raia menarik napas panjang. Ia mengulurkan tangan ke map tersebut, berusaha menyunggingkan senyum demi menenangkan anak muda itu."Tinggalkan saja berkasnya di meja saya," ucap Raia tenang dan penuh wibawa. "Nanti biar saya periksa dulu. Kalau memang sifatnya sangat mendesak, saya yang akan usahakan dapat persetujuan beliau secepatnya."Raut panik di wajah anak itu langsung luruh, berganti dengan rasa lega yang mulai membuncah. Dengan gerakan sedikit canggung, ia menyerahkan map tersebut ke tangan Raia."Makasih banyak ya, Mbak Raia! Maaf banget sudah mengganggu," ucapnya seraya membungkuk hormat beberapa kali, lalu terburu-buru berbalik d
Dernière mise à jour : 2026-09-18 Read More