"Kamu di mana sekarang?" Suara Leo dari seberang telepon mengagetkan Raia yang baru saja menggeser tombol hijau. "Saya mau jemput kamu. Kita ketemu Mama malam ini juga. Kita selesaikan semuanya malam ini."Tubuh Raia tersentak. Ia panik. Dengan cepat, berdiri dari duduknya dan menjauhi jangkauan Sinta. "P-Pak... Saya di apartemen, tapi tolong, Pak... jangan! Jangan malam ini!" bisik Raia panik."Kenapa?" potong Leo tajam. "Kamu yang kasih saya ultimatum, kan? Kamu yang minta saya bicarakan ini, sekarang kenapa kamu malah menolak?" desak Leo tak mau kalah."Maaf, Pak...," bisik Raia cemas, melirik pada Sinta yang sibuk dengan makanannya. "Ada Sinta di sini! Tolong, Pak... jangan sampai Sinta tahu soal rencana ini ... jangan sampai dia tahu soal pertunangan palsu kita!" jelas Raia.Tanpa menunggu respon dari Leo, Raia mematikan sambungan telepon secara sepihak. Ia menarik napas dalam, berusaha menetralkan raut wajahnya yang pucat pasi sebelum berbalik menemui Sinta.Sinta mendongak. Men
Dernière mise à jour : 2026-09-23 Read More