“Keluarga kita sudah lama bekerja sama Leo, tapi jujur, aku lebih tertarik mengenal kamu,” bisik Clarissa, salah satu putri kebanggaan keluarga Santosa, yang menjadi target pertama perjodohan ini.Restoran mendadak terasa pengap bagi Leo. Matanya memicingkan menatap wanita di depannya yang anggun.Clarissa mendekatkan tubuhnya pada Leo, menatap pria itu, dan mengabaikan pembahasan bisnis yang Leo lontarkan. “Kamu ada waktu kosong gak di luar jam kerja? Pergi yuk?” lanjut gadis itu.Leo terdiam sejenak. Matanya mengunci manik mata Clarissa, menatapnya selama beberapa saat. “Nona Clarissa, saya menghargai undangan Anda dengan penuh hormat … Namun, sepertinya saya belum bisa menerima tawaran Anda untuk kali ini,” jawab Leo, dengan nada formal.Clarissa tersenyum tipis, “Kenapa? Lagipula, sekretaris kamu tidak keberatan juga kan kalau kita pergi?”Raia, yang duduk di meja berbeda tak jauh dari meja keduanya, sedikit memicingkan matanya, ia menyadari raut wajah Leo yang tak nyaman. Seme
Last Updated : 2026-08-12 Read more