Sejak pagi, Aeloria sudah merasa ada yang aneh. Bukan karena suasana sekolah, bukan juga karena tugas yang menumpuk, melainkan karena ponselnya masih sepi. Biasanya sebelum dia sempat duduk dengan nyaman, sudah ada satu pesan dari Alaric yang entah menanyakan sarapan, mengingatkan membawa buku, atau sekadar mengganggunya dengan kalimat tidak penting.Hari ini tidak ada apa-apa, Aeloria menatap layar ponselnya sekali lagi, lalu menguncinya. Lima menit kemudian, dia membukanya lagi. Tidak ada pesan baru.“Lo kenapa?” tanya Freyana.Aeloria langsung memasukkan ponsel ke dalam laci. “Enggak kenapa-kenapa.”“Dari tadi buka HP terus.”“Gue nunggu chat penting.”Vania yang sedang mengeluarkan buku langsung menoleh. “Dari Alaric?”“Bukan.”“Terus dari siapa?”Aeloria membuka mulut, lalu berhenti. Dia sendiri bahkan tidak tahu harus menyebut nama siapa. Akhirnya dia menarik buku dari tas dan meletakkannya di meja dengan sedikit keras.“Pokoknya bukan dia.”Freyana menahan senyum. “Oke.”Aelori
Última atualização : 2026-09-14 Ler mais