"Manusia mana yang ikut dengan sukarela pada ajakan vampir, bodoh?!" Sherina menolak tegas. Jelas ia masih ingin hidup dan sama sekali tak menangkap bahwa itu permintaan tolong. Hailey tak bisa mengulur lebih banyak waktu. Wali kelasnya sedang sekarat. Akhirnya ia menyambar tubuh Sherina dan melesat keluar, melompati lantai dua dengan cepat, meski Sherina memberontak liar. "Ah, brengsek! Aku belum membuat surat wasiat." Akhirnya Sherina pasrah, membiarkan tubuhnya terkulai tanpa membuang tenaga lagi. Mungkin saja mayatnya tak akan ditemukan siapa pun. Ia mendesah jengkel. — "Kenapa tidak kau katakan sejak tadi." Sherina bergerutu, tangannya masih mengendalikan mana air dengan pendar hijau di telapaknya, peluh di dahinya mulai menetes. "Kau membuatku mengira ini malam terakhirku," ucapnya lagi, sangat datar. "Aku kesulitan bicara karena syok," Hailey membela diri. Setelah lebih dari satu jam, dada yang semula menganga akibat belati kini kembali utuh, seolah tak pernah ada
Last Updated : 2026-09-24 Read more