Keesokan harinya, Ziva bangun pagi-pagi dan mulai membereskan barang-barangnya.Rumah ini dia tata sedikit demi sedikit dengan sepenuh hati. Setiap perabotan, setiap pajangan, bahkan warna tirainya, semuanya dipilih dengan cermat. Dulu, Ziva pernah mengira bahwa rumah ini akan menjadi rumahnya dan Felix untuk selamanya.Namun, sekarang, dia akan pergi.Setelah membereskan tiga koper besar, Ziva merasa tidak mungkin membawa semuanya, jadi dia mulai memilah dan mengurangi barang bawaannya.Pakaian yang jarang dikenakan, dia sumbangkan.Barang-barang rumah tangga yang sudah usang, dia buang.Semua kenangan mereka, dia bakar.Ketika akhirnya Ziva berhasil meringkas isi koper terakhir hingga hanya tersisa satu koper berukuran 24 inci, pintu kamar tidur terbuka.Felix keluar dengan mengenakan baju tidur. Matanya masih mengantuk. Begitu melihat koper di ruang tamu dan keadaan rumah yang tampak telah dibereskan, dia tertegun sejenak."Kamu lagi ... melakukan apa?"Gerakan Ziva terhenti sejenak
Leer más