Tania tak bisa berkata apa-apa, dadanya terasa sesak karena amarah, lalu bergegas lari keluar.Kerumunan orang yang menyaksikan di luar telah lenyap. Firman bersama beberapa pengawal juga telah meninggalkan area tersebut.Ronald berdiri di samping mobil hitam mewahnya, pandangannya menunduk dan ekspresinya tampak acuh tak acuh.Tania mengerahkan seluruh kekuatan untuk berbicara kepadanya, urat-urat di lehernya menegang karena rapuh, "Ronald, kenapa kau hanya berdiri di luar? Bukannya kita sudah sepakat untuk bercerai? Ayo, cepat masuk!""Tania, kaulah yang sudah memohon padaku untuk menikahimu, apa kau sudah lupa ingatan?" Dia mendongak, tatapannya tajam dan intens. "Kau sendiri yang sudah memelukku dan mengatakan bahwa meskipun aku tidak mencintaimu, asalkan kau bisa berada di sisiku dan melihatku, kau akan rela menungguku seumur hidupmu.""Itu sudah tidak berlaku lagi!" Dadanya naik-turun dengan hebat, suaranya terdengar serak. "Semuanya sudah tidak berlaku lagi!"Rasa sakit yang tum
더 보기