"Joni…" lirih Aya sekali lagi, memanggil nama Joni yang masih terpaku mengungkung tubuhnya.Napas yang bersahutan dan tatapan mata yang terkunci di atas sofa itu menyisakan ketegangan yang pekat. Jantung Joni berdegup amat keras, seolah hendak melompat keluar dari dadanya. Wajah Aya yang merona merah serta hembusan napas hangatnya yang menerpa kulit pipi Joni membuat akal sehat pemuda itu goyah seketika.Sadar akan posisinya yang menindih tubuh istri orang, sekaligus sahabat almarhumah ibunya, Joni buru-buru menyerap sisa kesadarannya."M-maaf, Tante!"Joni dengan sigap menegakkan tubuhnya, buru-buru bangun dari atas sofa dengan gerakan gugup. Wajahnya merah padam, dan tangannya sedikit gemetaran saat mengusap leher belakangnya.Aya ikut duduk perlahan di sofa, membenarkan letak gaun rumahannya yang agak tersingkap. Bibirnya mengulas senyum canggung, mencoba menetralkan degup jantungnya sendiri yang tak kalah kencang."Maaf, Tante, saya nggak sengaja," kata Joni cepat, suaranya se
Last Updated : 2026-08-27 Read more